Jumat, 16 Maret 2012

Turki


Negara Turki adalah negara di dua benua, dengan luas wilayah sekitar 814.578 km2, terletak di benua Eropa1. Dalam banyak hal Turki lebih berkiblat ke Barat dibandingkan mengadaptasi sosio-politik dan kebudayaan Timur dan Asia. 

Pada aqbad pertama masehi, wilayah Turki yang saat itu bernama kerajaan Bizantium memang dikuasai Romawi selama empat abad. Kekuasaan Romawi dijatuhkan kaum Barbar. Pada masa inilah ibukota kerajaan dipindahkan dari Roma ke Konstantinopel (sekarang Istambul). 

Pada abad ke 12, Bizantium jatuh ke dalam kekuasaan kerajaan Ottoman yang dipimpin raja Osman I. Pada masa inilah pemerintahan Turki Ottoman memperoleh pengaruh Islam yang kuat. Bahkan sepeninggalan Khulafaur Rasyiddin, Turki menjadi Khilafah Islamiyah di bawah dinasti Utsmaniyah. Wilayahnya meliputi jazirah Arab, Balkan, Hongaria hingga kawasan Afrika Utara. 


Namun kekhalifahan itu hancur akibat perebutan kekuasaan di dalam yang melibatkan intervensi sejumlah negara asing. Bermula dari perlawanan terhadap campur tangan asing yang dipimpin Musthofa Kemal Attaturk, aksi perjuangan berubah menjadi penentangan terhadap kekuasaan Khalifah. Moment kehancuran Khilafah Islamiyah sendiri terjadi saat rakyat Turki melalui wakil-wakilnya mengeluarkan Piagam Nasional (Al Mitsaq Al Wathoni). Sejak itu, Turki menjadi sebuah negara tersendiri, terpisah dari wilayah-wilayah yang dulu merupakan kesatuan Khilafah Islamiyah.

Pada tanggal 29 Oktober 1923 Majelis Nasional Agung mengumumkan Turki sebagai suatu negara republik dan presidennya yang pertama ialah Musthofa Kemal Pasha.

Pada tanggal 20 April 1924, majelis memberlakukan konstitusi yang secara umum meniru pola-pola negara Eropa Barat. Dinyatakan bahwa Majelis Nasional Agung memiliki kekuasaan legislatif dan eksekutif yang kelak dijalankan oleh presiden republik dan dewan menteri.

Tidak dapat disangkal bahwa Turki, di bawah Kemal mengalami perubahan radikal, bahkan dengan perubahan revolusioner dari orde lama ke orde baru. Hal yang paling menonjol dari revolusi Turki ini adalah bahwa sebagian besar, meski secara bertahap, sesuai dengan tujuannya. Kemal dengan negara barunya memperlihatkan kecenderungan yang sangat berbeda. Ia menegaskan bahwa Turki sebagai republik baru harus memperjuangkan cita-cita demokrasi seperti barat.

Pemerintahan Kemal dan para pengikutnya terpuji karena begitu sadar akan keterbatasannya sehingga kebijakan luar negerinya pun disesuaikan dengan keterbatasannya. Pemerintah demokrat Turki melanjutkan politik luar negerinya dengan maksud mempererat hubungan dengan Barat dan meningkatkan posisi militer dan strategi dengan Israel. Sesuai dengan tujuan ini pula Turki harus menggalang hubungan baik dengan tetangganya dikawasan Balkan dan Timur Tengah.

Dalam diplomasi Timur Tengah hubungan Turki dengan Israel akan dipisahkan dari hubungannya dengan Dunia Arab. Meskipun Turki menentang pembagian wilayah Palestina, akan tetapi tidak pernah menunjukan permusuhan dengan negara Israel. Bahkan ia merupakan negara pertama di Timur Tengah yang memberikan pengakuan diplomatik kepada negara Yahudi tersebut. Pertimbangan agama tidak merusak hubungan persahabatan pada umumnya karena Turki sendiri mempunyai kebijakan sekuler. Bahkan memiliki beberapa kesamaan dengan Israel. Perbedaan utamanya ialah bahwa Turki dengan tegas berada di pihak dunia bebas dalam persaingan Timur Barat, sementara Israel masih hati-hati menentukan sikapnya untuk memilih salah satu dari dua blok tersebut. 

Hubungan Turki-Israel diresmikan maret 1949, ketika Turki menjadi satu negara mayoritas Islam (sebelum Iran pada tahun 1950). Kerjasama diplomatik antara Turki dan Israel diberi prioritas tinggi oleh pemerintah kedua negara, yang berbagi keprihatinan sehubungan dengan ketidakstabilan regional di Timur Tengah. Hubungan diplomatik antara kedua negara tersebut diantaranya adalah dalam bidang militer dan bidang ekonomi.

Hubungan diplomatik dalam bidang militer antara Turki dengan Israel dilakukan dalam bentuk perjanjian kerjasama secara melembaga pada tahun 1996 yang dilakukan dalam bentuk pembuatan pesawat, persenjataan dan rudal, dan persiapan kunjungan militer, pengiriman pengamat untuk mengawasi latihan militer serta pertukaran staf dan militer diantara kedua negara tersebut. Israel merupakan negara pemasok utama senjata terbesar ke Turki, dan perusahaan Israel telah bertanggung jawab untuk memodernisasi armada F-4 angkatan udara Turki. Selain itu, perjanjian kerjasama mereka juga dilakukan bentuk-bentuk wilayah seperti: udara, laut, tanah, dan intelijen.

Disamping kerjasama dalam bidang militer, Turki dan Israel juga melakukan kerjasama dalam bidang ekonomi berupa kerjasama dalam bidang pariwisata dan sumber-sumber alam seperti air, garmen, dan listrik, gas alam dan minyak bumi serta manufaktur lainnya. Perdagangan antara kedua belah pihak bernilai lebih dari 3 miliar dolar pertahun dan puluhan perusahaan Turki dan Israel memiliki usaha patungan. Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa hubungan Turki-Israel sangatlah dekat, menimbang kerjasama antara kedua negara tersebut diprioritaskan dalam bidang keamanan. Israel memelihara dua misi diplomatik di Turki: kedutaannya terletak di ibukota Turki, Ankara, serta konsulat jenderal terletak di kota terbesar Turki, Istanbul.

Selain melakukan hubungan bilateral dan hubungan diplomatik lainnya yang bersifat politis, Turki juga terlibat langsung dalam bidang-bidang kemanusiaan. Hal ini bisa dilihat dari peran Turki terhadap aksi kemanusiaan dibeberapa negara, seperti di Indonesia, di Afganistan, di Gaza serta peran turki terhadap aksi kemanusiaan Mavi Marmara dimana Turki menjadi tuan rumah dalam aksi kemanusiaan tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar