Kamis, 29 Maret 2012

April Mop Menurut Islam

Bulan Maret ini akan segera usai. Bulan April akan datang menjelang. Ada suatu kebiasaan jahiliah yang patut kita waspadai bersama sebagai seorang Muslim, yaitu merayakan 1 April sebagai hari April Mop.
April Mop sendiri bagi kaum muda saat ini adalah hari di mana orang-orang diperbolehkan menipu dan berbohong kepada orang lain. 

Tapi apakah April Mop itu sebenarnya?

Kamis, 22 Maret 2012

Berdirinya Negara Israel

Israel tidak dari semula berada di Tanah Palestina....
Dahulunya Palestina dihuni oleh bangsa keturunan Arab.
Namun sejak jatuhnya Turki dan Khalifah Utsmaniyyah...dibentuklah negara Israel dan dipindahkannya permukiman Yahudi ke wilayah Palestina....

Sejarah Negara Israel

Rabu, 21 Maret 2012

Sejarah Panjang Bangsa Israel

Max I. Dimont, sejarawan Yahudi, dalam bukunya “Jews, God, and History”, menulis, “Ketika, akhirnya, pada abad 12 SM, bangsa Yahudi menetap di sebuah negara yang dapat mereka sebut sebagai milik mereka sendiri, mereka memilih sejalur wilayah yang merupakan koridor bagi tentara imperium-imperium yang sedang berperang. Bangsa Yahudi haus membayar pilihan ini, terbantai di medan pertempuran, dijual sebagai budak, atau dideportasi ke negeri-negeri asing. Tapi mereka terus datang ke tempat tua tersebut, membangun jalur pemukiman kecil baru yang secara berganti-ganti disebut sebagai Kan’an, Palestina, Israel, Judah, Judea dan sekarang Israel lagi”. Sebagai seorang ilmuwan Yahudi dan juga mayoritas kaum Yahudi lainnya, Max I. Damon meyakini secara aqidah bahwa palestina adalah milik bangsa Yahudi, karena nenek moyang mereka pernah mendirikan sebuah negara disana.

Kawasan itu merupakan kawasan strategis yang menghubungkan antara Asia, Afrika dengan Eropa. Dan dengan doktrin aqidah yang demikian kental, diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya, bangsa Yahudi tidak mengenal putus asa untuk kembali ke Palestina.

Selasa, 20 Maret 2012

Fir'aun (2)

Kereta Emas Fir'aun Ditemukan

Seorang Arkeolog bernama Ron Wyatt pada ahir tahun 1988 silam mengklaim bahwa dirinya telah menemukan beberapa bangkai roda kereta tempur kuno didasar Laut Merah. 


Menurut Ron Wyatt, bangkai roda kereta kuno ini mungkin merupakan bangkai kereta tempur Pharaoh (Fir'aun) yang tenggelam di Laut Merah pada saat mengejar Nabi Musa as. yang lari bersama para pengikutnya.

Menurut pengakuan
Ron Wyatt, selain menemukan beberapa bangkai roda kereta tempur berkuda, dia dan para krunya juga menemukan beberapa tulang manusia dan tulang kuda ditempat yang sama.

Temuan ini tentunya semakin memperkuat dugaan bahwa sisa-sisa tulang belulang itu merupakan bagian dari kerangka para bala tentara Pharaoh yang tenggelam di Laut Merah.

Dari hasil pengujian yang dilakukan di Stockhlom University terhadap beberapa sisa tulang belulang yang berhasil ditemukan, memang benar adanya bahwa struktur dan kandungan beberapa tulang telah berusia sekitar 3500 tahun silam, dimana menurut sejarah, kejadian pengejaran itu juga terjadi dalam kurun waktu yang sama.


Suatu benda menarik juga berhasil ditemukan, yaitu poros roda dari salah satu kereta kuda yang kini keseluruhannya telah tertutup oleh batu karang, sehingga untuk saat ini bentuk aslinya sangat sulit untuk dilihat secara jelas. 

Diantara beberapa bangkai kereta tadi, ditemukan pula sebuah roda dengan 4 buah jeruji yang terbuat dari emas. Sepertinya, inilah sisa dari roda kereta kuda yang ditunggangi oleh Pharaoh sang raja.


Lokasi penyeberangan diperkirakan berada di Teluk Aqaba di Nuweiba. Kedalaman maksimum perairan di sekitar lokasi penyeberangan adalah 800 meter di sisi ke arah Mesir dan 900 meter di sisi ke arah Arab.

Gambar mayat Raja Fir’aun yang sudah menjadi mumi. 

Sisi utara dan selatan lintasan penyeberangan yang diseberangi oleh Nabi Musa AS kedalamannya mencapai 1500 meter, dengan jarak antara Nuweiba ke Arab sekitar 1800 meter. Kemudian lebar lintasan Laut Merah yang terbelah diperkirakan 900 meter. Waahh, sungguh menakjubkan kekuasaan Allah yang ditunjukkan kepada kita semua.

Senin, 19 Maret 2012

Fir'aun

Firaun sebenarnya adalah gelar dari penguasa Mesir kuno. Sama seperti gelar 'King' atau 'Kaisar' (Emperor), atau 'Raja'.

Jadi Firaun = King = Kaisar = Raja

Sejak tahun 3200 SM, di Mesir terdapat banyak Firaun, sampai ketika Alexander Agung menaklukkan teritori Mesir ditahun 332 SM.

Firaun terbaik dan termurah hati adalah Ahmis I (wafat 1610 SM). Dia sangat memperhatikan rakyat dan memastikan kebaikan, kebahagiaan dan kesejahteraan rakyatnya. Itu motto dia satu-satunya. Dia begitu populer diantara rakyatnya hingga ia dipuja selama 1000 tahun sesudah dia meninggal sampai Persia menjajah Mesir ditahun 525 SM. 

Firaun terkenal lainnya adalah Ramses II (atau Ramses Agung, 1317-1251 SM). Ramses II adalah orang yg sangat pintar, sekular dan berpikiran sains dan sangat tertarik pada seni serta arsitektur.

Pada abad ke-19 M, dunia arkeologi berhasil menemukan mummi di Thebes, Mesir. Penemuan mummi yang teridentifikasi sebagai jenazah Fir'aun itu pada tahun 1898.
Mummi itu diyakini sebagai jenazah Fir'aun Merneptah, anak Fir'aun Ramses II. Selain menemukan mummi Merneptah, para arkeolog juga menemukan mummi Ramses II dalam keadaan utuh.

Merneptah diyakini sebagai Fir’aun yang mengejar Nabi Musa hingga ke laut dan mati tenggelam di laut. Sedangkan Ramses II diyakini sebagai fir’aun yang hidup persis sebelumnya, kedua-duanya hidup pada masa Nabi Musa AS.

Penemuan monumental itu pun sekali lagi menjadi bukti kebenaran dan mukjizat Alquran. Belasan abad sebelum penemuan mummi Firaun itu, Alquran telah menjelaskan tentang fakta itu.

Mari simak surah Yunus [10] ayat 92: "Maka pada hari ini Kami selamatkan jasadmu* agar engkau dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang setelahmu, tetapi kebanyakan manusia  tidak mengindahkan tanda-tanda (kekuasaan) Kami.''

Dalam surah Al-Baqarah [2] ayat 50, Allah SWT berfirman, ''Dan (ingatlah) ketika Kami membelah laut untukmu, sehingga kamu dapat Kami selamatkan dan Kami tenggelamkan (Fir'aun dan) pengikut-pengikut Fir'aun, sedang kamu menyaksikan.''

Dr. Morris Bukay di dalam bukunya ‘al-Qur’an Wa al-‘Ilm al-Hadiits’ (al-Qur’an dan Ilmu Modern) mengungkap kesesuaian informasi al-Qur’an mengenai nasib Fir’aun Musa setelah ia tenggelam di laut dan realita di mana itu tercermin dengan masih eksisnya jasad Fir’aun Musa tersebut hingga saat ini. 

Riwayat versi Taurat mengenai keluarnya bangsa Yahudi bersama Musa AS dari Mesir menguatkan ‘statement’ yang menyatakan bahwa Merneptah, pengganti Ramses II adalah Fir’aun Mesir pada masa nabi Musa AS. Penelitian medis terhadap mumi Merneptah membeberkan kepada kita informasi-informasi berguna lainnya mengenai dugaan sebab kematian fir’aun ini.

Sesungguhnya kitab Taurat menyebutkan, jasad tersebut ditelan laut akan tetapi tidak memberikan rincian mengenai apa yang terjadi terhadapnya setelah itu. Sedangkan al-Qur’an menyebutkan, jasad Fir’aun yang dilaknat itu akan diselamatkan dari air sebagaimana keterangan ayat di atas. Dalam hal ini, pemeriksaan medis terhadap mumi tersebut menunjukkan, jasad tersebut tidak berada lama di dalam air sebab tidak menunjukkan adanya tanda kerusakan total akibat terlalu lama berada di dalam air.

Dr. Morris Bukay menyebutkan bahwa dalam sebuah penelitian medis dengan mengambil sampel organ tertentu dari jasad mumi tersebut pada tahun 1975 melalui bantuan Prof Michfl Durigon dan pemeriksaan yang detail dengan menggunakan mikroskop, bagian terkecil dalam organ itu masih dalam kondisi terpelihara secara sempurna. Ini menunjukkan, keterpeliharaan secara sempurna itu tidak mungkin terjadi andaikata jasad tersebut sempat tinggal beberapa lama di dalam air atau bahkan sekali pun berada lama di luar air sebelum terjadi proses pengawetan pertama.

Dr. Bukay juga melakukan penelitian yang hasilnya, bahwa semua penelitian itu sesuai dengan kisah-kisah yang terdapat dalam kitab-kitab suci yang menyiratkan Fir’aun tewas ketika digulung gelombang…”

Dr. Bukay menjelaskan sisi kemukjizatan masalah ini. Ia mengatakan, “Di zaman di mana al-Qur’an sampai kepada manusia melalui Muhammad SAW, jasad-jasad para Fir’aun yang diragukan orang di zaman kontemporer ini apakah benar atau tidak ada kaitannya dengan saat keluarnya Musa, sudah lama terpendam di pekuburan lembah raja di Thoba, di pinggir lain dari sungai Nil di depan kota al-Aqshar saat ini.

Pada masa Muhammad SAW segala sesuatu mengenai hal ini masih kabur. Jasad-jasad tersebut belum terungkap kecuali pada penghujung abad ke-19.

Dengan begitu, jasad Fir’aun Musa yang masih eksis hingga kini dinilai sebagai persaksian materil bagi sebuah jasad yang diawetkan milik seorang yang mengenal nabi Musa AS, menentang permintaannya dan memburunya dalam pelarian serta mati saat pengejaran itu. Lalu Allah menyelamatkan jasadnya dari kerusakan total sehingga menjadi tanda kebesaran-Nya bagi umat manusia sebagaimana yang disebutkan al-Qur’an al-Karim.

Informasi sejarah mengenai nasib jasad Fir’aun tidak berada di tangan manusia mana pun ketika al-Qur’an turun atau pun setelah beberapa abad setelah turunnya. Akan tetapi ia dijelaskan di dalam Kitab Allah SWT sebelum lebih dari 1400 tahun lalu.

Jumat, 16 Maret 2012

Turki


Negara Turki adalah negara di dua benua, dengan luas wilayah sekitar 814.578 km2, terletak di benua Eropa1. Dalam banyak hal Turki lebih berkiblat ke Barat dibandingkan mengadaptasi sosio-politik dan kebudayaan Timur dan Asia. 

Pada aqbad pertama masehi, wilayah Turki yang saat itu bernama kerajaan Bizantium memang dikuasai Romawi selama empat abad. Kekuasaan Romawi dijatuhkan kaum Barbar. Pada masa inilah ibukota kerajaan dipindahkan dari Roma ke Konstantinopel (sekarang Istambul). 

Pada abad ke 12, Bizantium jatuh ke dalam kekuasaan kerajaan Ottoman yang dipimpin raja Osman I. Pada masa inilah pemerintahan Turki Ottoman memperoleh pengaruh Islam yang kuat. Bahkan sepeninggalan Khulafaur Rasyiddin, Turki menjadi Khilafah Islamiyah di bawah dinasti Utsmaniyah. Wilayahnya meliputi jazirah Arab, Balkan, Hongaria hingga kawasan Afrika Utara. 

Rabu, 14 Maret 2012

Israel Pecundang Utama Kebangkitan Bangsa Arab

Israel secara umum dapat dikatakan menjadi pecundang utama kebangkitan revolusi bangsa Arab yang terjadi dalam satu tahun terakhir ini. 

Walaupun diketahui bahwa tuntutan utama para revolusioner di negara Arab adalah perubahan sistem dikatator serta sistem politik yang terbuka, tapi tidak diragukan lagi bahwa salah satu dampak dari perubahan mendasar sistem politik dan demokratisasi adalah transformasi serius dan mendasar di bidang kebijakan luar negeri negara-negara Arab ini.

Salah satu poin opini publik Arab adalah sentimen anti Israel. 

Tak diragukan lagi pemerintahan sipil mau tidak mau harus mengkaji ulang ideologi dan pandangan mereka di berbagai bidang termasuk kebijakan luar negeri khususnya hubungan dengan Rezim Zionis Israel. 

Sejak perubahan yang terjadi di Dunia Arab banyak kalangan memprediksikan bahwa mengingat sentimen anti Israel yang meluas di negara Arab maka salah satu dampak serius dari kebangkitan rakyat Arab juga mempengaruhi hubungan Arab dengan Israel.

Sementara itu, Israel saat ini tengah mengkhawatirkan meningkatkan kekuatan kubu Islam di negara-negara Arab. Khususnya kubu ini paling anti Israel dibandingkan dengan kelompok lainnya. 
 
Hasil pemilu terbaru di Tunisia, Maroko dan Mesir menunjukkan dukungan besar rakyat terhadap kubu Islam. Tentunya hal ini kian membuat Israel khawatir. Tel Aviv khawatir naiknya kubu Islam di Mesir serta negara Arab lainnya membuat hubungan mereka dengan negara Arab kian renggang dan posisi Israel di kawasan pun akan terguncang.

Perubahan di konstelasi antara Arab dan Israel pasca kemenangan revolusi Arab bukan berarti konfrontasi bersenjata dan militer dengan rezim ilegal ini. Namun yang pasti perjalanan selanjutnya negara Arab tidak akan menguntungkan dan seharmonis di era Mubarak bagi Israel. Sepertinya babak baru yang tidak menguntungkan Israel di kawasan mulai terbentuk.

Selasa, 13 Maret 2012

Mesir - Israel

Mesir pernah menjadi negara yang menentang keras berdirinya rezim ilegal Israel, bahkan memerangi Tel Aviv. 

Ketika Israel di tahun 1948 mendeklarasikan eksistensi ilegalnya di atas tanah Palestina, mayoritas negara Arab geram dan bangkit memerangi Israel.

Presiden Mesir di dekade 60-an, Gamal Abdul Nasser termasuk pelopor perang anti Israel. Dengan landasan ideologi nasionalisme Arab, ia berusaha menghimpun kekuatan bangsa Arab melawan Israel. Namun kekalahan telak yang diterima negara Arab di perang enam hari tahun 1967, langsung membuat semangat perang mereka merosot tajam. Mereka pun tenggelam dalam kebingungan dan keterkucilan.

Senin, 12 Maret 2012

Kebaikan dan Kejahatan

Dari Ibnu Abbas R.A. dari Rasulullah SAW. yang meriwayatkan hadis ini dari Tuhannya SWT., beliau bersabda, "Sesungguhnya Allah telah menetapkan yang baik dan yang jahat, dan telah menerangkan keduanya itu. Maka barangsiapa yang berkeinginan kepada kebaikan, kemudian ia tidak mengerjakannya, Allah akan mencatat di sisi-Nya satu kebaikan yang sempurna. Dan jika ia melaksanakannya, niscaya Allah akan mencatat di sisi-Nya sepuluh kebaikan hingga tujuh ratus kali lipat, dan hingga sampai beberapa kali lipat banyaknya. Dan jika ia berkeinginan mengerjakan sesuatu kejahatan kemudian tidak dilakukannya, Allah akan mencatat di sisi-Nya satu kebaikan yang sempurna. Jika ia meneruskan keinginannya yang jahat itu dan melakukannya, Allah akan mencatatkan baginya satu kejahatan saja." [Riwayat Bukhari dan Muslim]

Allah berfirman “Dan tidak sama antara kebaikan dan kejahatan”.

Pada kenyataannya memang benar apa yang telah dikabarkan Alquran bahwa manusia terlalu banyak berbuat zalim, baik zalim pada Allah, pada dirinya sendiri maupun zalim pada orang lain. 

Dalam menghadapi kejahatan yang dilakukan seseorang kepada kita, Alquran memberikan petunjuk: “Tolaklah kejahatan itu dengan kebaikan".

Maksudnya adalah jika ada orang yang berbuat jahat kepada kita balaslah kejahatannya itu dengan kebaikan. Jika ada orang yang jahat kepada kita dengan perbuatannya, dengan perkataannya atau dengan sesuatu yang lain maka balaslah hal itu dengan kebaikan. Jika ia memutus hubungan dengan kita, maka cobalah jalin hubungan baik dengannya. Jika ia menzalimi maafkanlah ia. Jika berbicara tentang kita janganlah dihiraukan. Apabila ia menjauhi kita dan tidak menghiraukan tetaplah berkata yang lembut dan mengucapkan salam kepadanya. 

Jika kita mampu membalas kejahatan dengan kebaikan niscaya kita akan mendapatkan faedah yang sangat besar.





Rabu, 07 Maret 2012

Suara Hati

Jumat lalu telah terjadi mutasi besar-besaran di instansi ini. Mereka bilang ini untuk perbaikan kearah yang lebih baik, dan sapu bersih semua yang tidak baik.

Anehnya dalam sapu bersih ini....justru yang terbaiklah yang di-NJ-kan, tidak lagi diberi kepercayaan.

Pada hari itu aku kehilangan tim, sahabat terbaik selama berdinas....sungguh mengejutkan...membuat diri tak percaya...bahwa ini terjadi. Selalu bertanya dalam hati apa kesalahan yang telah dilakukan sehingga mereka "hanyut dibawa galodo". Jawaban untuk ini tak pernah berhasil ditemukan, kecuali bahwa segelintir orang yang menamakan diri "Tim Sukses" tidak menyukai mereka, dan bahwa ada "permainan politik" dalam menjatuhkan mereka.

Saat mendengar berita ini, aku seperti kehilangan semangat, kehilangan kepercayaan diri, dan kehilangan kekuatan untuk terus melangkah....Kejadian ini mengingatkan diri pada kejadian beberapa tahun yang lalu...saat kehilangan orang yang penting di tempat dinas ini. Namun pada saat itu, masih ada tempat bersandar yang lain yang bisa memberikan semangat, memberikan dukungan...Tapi sekarang semua hilang....

Berharap bisa kembali menata hati...agar dapat menerima keadaan ini dengan ikhlas. Pada senin pagi dua orang kabid memanggil untuk mengirim nama menjadi PPBJ di instansi lain. Ketika diri menolak untuk menjadi PPBJ, malah mendapatkan ancaman bahwa jika tidak mau melaksanakan tugas bisa dilaporkan ke "atasan" bahwa aku tidak bersedia melaksanakan tugas, dan mereka berkata bahwa aku beruntung masih tetap di jabatan ini, dan jangan ikut-ikutan dengan yang lain yang sudah "karam". 

Ancaman ini mengingatkan aku pada slogan yang selalu diucapkan oleh Bush "ikut kami atau menjadi lawan kami".....bukankah ini sungguh arogan????

Seingat aku...menjadi PPBJ bukanlah bagian dari tupoksi yang harus dikerjakan...tapi kenapa harus "dipaksa"??? Apakah ini yang dinamakan pemimpin???? Mereka beranggapan bahwa dengan tidak mau menjadu PPBJ berarti mau memboikot dan protes terhadap apa yang terjadi... Bukankah seharusnya mengadakan diskusi dahulu dan menanyakan apa sebabnya menolak untuk menjadi PPBJ.

Sebenarnya alasannya sangat sederhana....bahwa pada tahun-tahun sebelumnya, memang hanya satu instansi luar yang aku bersedia untuk menjadi PPBJ, dan karena tahun ini aku udah ditunjuk pada satu instansi luar, maka aku menolak untuk yang lainnya... dan ini berhubungan dengan penilaian terhadap kemampuan diri sendiri...jangan sampai terjadi ada banyak SK, namun tidak dapat mengerjakannya dengan baik, dan akhirnya pekerjaan akan menumpuk.

Pada hari selasa, para pejabat baru sudah datang dan melapor. Dan salah satu kasi baru yang satu bidang denganku masuk ke ruangan, aku menyambutnya dengan baik, berharap dengan permulaan yang baik akan berakhir baik. Tapi alangkah kagetnya diri ketika hal pertama yang ditanya adalah "Mana DPA Kegiatan saya?"

Aku langsung terperangah, mengapa yang ditanya langsung DPA??? Mengapa bukan apa tugas saya di bidang ini?...yang menjadi pertanyaannya.

Satu hal yang langsung memenuhi pikiran yaitu yang ingin diketahuinya adalah berapa anggaran, berapa angka-angka yang bisa didapatkannya....walaupun ini hanya pikiran negatif-ku saja. Jadi yang ada dalam pikran orang luar instansi adalah bahwa di instansi-ku sangat banyak "uang"nya.

Itu hanya satu hal yang tidak menyenangkan tentang dia, ada lagi yang lain....yaitu ketika dia bertanya dimana pejabat yang digantikannya berada. Ketika dia bertanya untuk pertama kalinya, aku jelaskan dengan baik bahwa orang tersebut sedang ada di RS karena istrinya baru saja melahirkan dan operasi caesar. Ketika dia bertanya untuk kedua kalinya, Kabidlah yang menjawab....anehnya dia bertanya lagi untuk ketiga kalinya....dan aku mulai merasa kesal, dalam hati bertanya apakah dia tidak mengerti, atau apakah dia sangat mudah lupa (seperti nenekku yang udah mulai pikun yang menanyakan ini hari apa sampai 10 kali dalam sehari), atau karena dia sudah sangat tidak sabaran untuk serah terima jabatan. Untungna aku masih menjawab dengan baik, walaupun sudah dengan intonasi yang cukup tinggi, sambil berkata dalam hati bahwa jika dia bertanya sekali lagi, mungkin akan aku "teriaki".

Dengan teman satu ruangan yang seperti ini, aku berharap suasana akan baik, berharap bahwa penilaian pertama ternyata salah.....

Selasa, 06 Maret 2012

Jabatan adalah Amanah


Baru-baru ini di instansi saya terjadi pergantian pejabat. 

Banyak hal yang menarik yang saya amati dalam proses maupun hasil pemilihan pejabat. Ada yang sangat ambisi menjadi pejabat sehingga dia berupaya melalui segala cara untuk mendapatkan posisi tertentu (bahkan katanya ada yang mengeluarkan uang belasan sampai ratusan juta). Ada pula yang dulunya telah menduduki jabatan dan telah dibuktikan sukses/berhasil dalam pekerjaannya, namun karena tidak disukai (baik itu oleh tim sukses, maupun baperjakat yang bisa jadi karena tidak memberikan setoran) akhirnya harus rela melepaskan jabatan mereka, padahal sangat berpotensi. Ada pula yang sebenarnya memiliki potensi dan  diperkirakan lebih mampu memegang suatu jabatan tapi karena tidak disukai (entah itu karena dinilai terlalu vokal atau susah dikendalikan atau pernah bersinggungan secara pribadi) akhirnya sangat susah untuk bisa menduduki jabatan. Ada pula yang setelah berupaya dengan segala cara (termasuk memfitnah) tapi toh tidak terpilih juga, akhirnya menebarkan fitnah, caci maki, dan segala prasangka buruknya.

Karena SKPD saya merupakan merupakan tembat yang dianggap "basah" oleh hampir semua orang, sehingga memiliki daftar urut calon2 pejabat yang ingin menjabat disana.... Dan jika diperhatikan perkembangan 3 bulan terakhir....akan terlihat bahwa telah terjadi "lobi-lobi", "jual-beli" untuk mendapatkan jabatan di SKPD ini....
Masya Allah... Sebenarnya apa yang mereka cari dengan jabatan tersebut?

Saya hanya bisa merenung, ternyata banyak orang tidak sadar bahwa jabatan adalah amanah yang harus mereka pertanggung-jawabkan dihadapan orang yang memberikan dan mempercayakan amanah tersebut (bawahannya atau masyarakat) dan dihadapan Allah SWT.

Seandainya mereka sadar terhadap apa yang melekat pada jabatan tersebut dan kelak dihadapan Allah, semua jabatan/amanah yang menjadi tanggung jawab mereka akan dihisab, mungkin tidak banyak orang mau menjadi pejabat dan sejauh mungkin menghindar untuk jadi pejabat.....

Saat ini...jabatan adalah posisi yang seolah-olah menjanjikan kemakmuran, kehormatan, dan kemudahan mendapatkan akses bagi kepentingan hidupnya.

Kamis, 01 Maret 2012

95% PNS tidak Berkopetensi di Bidangnya


Menurut Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Azwar Abubakar, sekitar 95 persen dari total 4,7 juta PNS di Indonesia tidak memiliki kompetensi di bidangnya. Dari jumlah tersebut, sekitar 50 PNS berbagai golongan belum memiliki kapasitas. Hal ini dikatanya usai penandatanganan Pakta Integritas Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) di Yogyakarta. 

Menurut dia, banyaknya PNS yang tidak memiliki kompetensi dan kapasitas tersebut disebabkan jumlah lapangan kerja dan angkatan kerja tidak seimbang. Dalam setahun hanya sekitar 100.000 formasi PNS yang disediakan, sedangkan angkatan kerja mencapai tiga juta orang. Oleh karena itu, ke depan PNS harus dipilih yang benar-benar memiliki daya saing yang bagus dan mempunyai kemampuan. Selama ini PNS yang diterima setiap tahun sekitar 60.000 orang.

Ke depan, jumlah PNS yang diterima itu akan dikurangi menjadi setengahnya, karena akan dipilih yang memiliki kompetensi dan kapasitas. Saat ini jumlah PNS yang diterima banyak, tetapi kompetensinya kurang. PNS yang mempunyai kompetensi di bidangnya masih sedikit, hanya sekitar lima persen dari 4,7 juta PNS. Jadi, yang banyak hanya untuk disuruh, bukan yang kerja mandiri, nanti itu akan dirapikan pelan-pelan.

Azwar mengatakan, jumlah 4,7 juta PNS tersebut sebenarnya sudah berlebihan, sehingga ada moratorium. Namun, sisa honorer yang ada akan dimasukkan dulu. Pembukaan formasi PNS ke depan berdasarkan kebutuhan, kemudian akan diangkat sesuai dengan jabatan, tugas, dan fungsi.