Kamis, 04 September 2014

Turki dan Referensi Baru Kekuatan Islam (3)

Oleh: A. Rofii Damyati dan Arya Sandhiyudha
TURKI diuntungkan dengan sejarah peradaban ‘emas’ yang hanya sempat terpendam dalam perutnya, sehingga tinggal membutuhkan sedikit upaya untuk menggalinya kembali. Hal itulah yang sejak beberapa dekade terakhir kaum Islamis lakukan di Turki. Kini melalui Recep Tayyip Erdoğan dan  AKP adalah objek yang diharapkan menjadi jawara-jawara penggali emas itu.


Turki dan Referensi Baru Kekuatan Islam (2)

Oleh: A. Rofii Damyati dan Arya Sandhiyudha*
Kebebasan berislam di publik berangsur-angsur disetarakan dengan kebebasan sekuler. Jika orang bebas tidak berjilbab, maka orang juga harus diberi kebebasan berjilbab. Kalau di dunia sekuler orang berpaham ateis bebas berkeliaran, maka yang orang mengekspresikan keislaman di ranah publik juga tidak boleh lagi dipasung.
Transformasi relasi Sipil-Militer juga menjadi kunci pemenangan Islamis. Terjadi transformasi dari pendekatan ofensif ala Halil Turgut Özal (PM 1983- 1989 dan Presiden 1989- 1993) ke pendekatan kompromis ala Erdoğan (PM 2003-2014, Presiden 2014-…).


Turki dan Referensi Baru Kekuatan Islam (1)

Oleh: A. Rofii Damyati dan Arya Sandhiyudha*
TANGGAL 10 Agustus 2014 adalah gerbang baru bagi politik Turki karena baru saja menjalani Pemilihan Presiden (Pilpres) secara langsung pertamanya dengan terpilihnya Recep Tayyip Erdoğan. Kemudian disusul dengan terpilihnya Ahmet Davutoğlu sebagai PM Turki yang baru.