Rabu, 14 Maret 2012

Israel Pecundang Utama Kebangkitan Bangsa Arab

Israel secara umum dapat dikatakan menjadi pecundang utama kebangkitan revolusi bangsa Arab yang terjadi dalam satu tahun terakhir ini. 

Walaupun diketahui bahwa tuntutan utama para revolusioner di negara Arab adalah perubahan sistem dikatator serta sistem politik yang terbuka, tapi tidak diragukan lagi bahwa salah satu dampak dari perubahan mendasar sistem politik dan demokratisasi adalah transformasi serius dan mendasar di bidang kebijakan luar negeri negara-negara Arab ini.

Salah satu poin opini publik Arab adalah sentimen anti Israel. 

Tak diragukan lagi pemerintahan sipil mau tidak mau harus mengkaji ulang ideologi dan pandangan mereka di berbagai bidang termasuk kebijakan luar negeri khususnya hubungan dengan Rezim Zionis Israel. 

Sejak perubahan yang terjadi di Dunia Arab banyak kalangan memprediksikan bahwa mengingat sentimen anti Israel yang meluas di negara Arab maka salah satu dampak serius dari kebangkitan rakyat Arab juga mempengaruhi hubungan Arab dengan Israel.

Sementara itu, Israel saat ini tengah mengkhawatirkan meningkatkan kekuatan kubu Islam di negara-negara Arab. Khususnya kubu ini paling anti Israel dibandingkan dengan kelompok lainnya. 
 
Hasil pemilu terbaru di Tunisia, Maroko dan Mesir menunjukkan dukungan besar rakyat terhadap kubu Islam. Tentunya hal ini kian membuat Israel khawatir. Tel Aviv khawatir naiknya kubu Islam di Mesir serta negara Arab lainnya membuat hubungan mereka dengan negara Arab kian renggang dan posisi Israel di kawasan pun akan terguncang.

Perubahan di konstelasi antara Arab dan Israel pasca kemenangan revolusi Arab bukan berarti konfrontasi bersenjata dan militer dengan rezim ilegal ini. Namun yang pasti perjalanan selanjutnya negara Arab tidak akan menguntungkan dan seharmonis di era Mubarak bagi Israel. Sepertinya babak baru yang tidak menguntungkan Israel di kawasan mulai terbentuk.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar