Selalu ada perdebatan apakah Atlantis yang dideskripsikan oleh Plato
merupakan sebuah fiksi atau kenyataan.
Pernah sekitar tahun 2003 lalu, di Metro TV dalam acara Ultimate 10, yang pada saat itu membahas 10 Tempat Paling Misterius di Dunia, dan ternyata Atlantis duduk pada urutan pertama diatas Misteri Segitiga Bermuda dan Danau Loch. Pada saat penayangan Atlantis, diputar sebuah film dokumenter mengenai pelacakan benua yang hilang tersebut oleh para tim arkeolog. Dan benar, dari apa yang disaksikan didasar laut perairan dangkal Karibia ditemukan semacam jalan setapak yang sangat panjang dengan struktur yang sangat modern. Selain itu, diperairan tersebut juga ditemukan semacam bekas-bekas bangunan yang telah hancur. Pertanyaannya adalah... benarkah benua Atlantis itu pernah ada sebelumnya?
Mungkin teori bahwa Atlantis adalah sebuah bangsa yang benar-benar ada dalam sejarah bisa diterima. Namun bahwa Atlantis adalah negeri para dewa, Ras super keturunan alien dengan teknologi super tinggi, atau teori para penganut new age yang menganggap Atlantis sebagai sebuah benua mistik yang memiliki peranan signifikan dalam kehidupan umat manusia adalah hal yang cukup sulit untuk diterima.
Pernah sekitar tahun 2003 lalu, di Metro TV dalam acara Ultimate 10, yang pada saat itu membahas 10 Tempat Paling Misterius di Dunia, dan ternyata Atlantis duduk pada urutan pertama diatas Misteri Segitiga Bermuda dan Danau Loch. Pada saat penayangan Atlantis, diputar sebuah film dokumenter mengenai pelacakan benua yang hilang tersebut oleh para tim arkeolog. Dan benar, dari apa yang disaksikan didasar laut perairan dangkal Karibia ditemukan semacam jalan setapak yang sangat panjang dengan struktur yang sangat modern. Selain itu, diperairan tersebut juga ditemukan semacam bekas-bekas bangunan yang telah hancur. Pertanyaannya adalah... benarkah benua Atlantis itu pernah ada sebelumnya?
Mungkin teori bahwa Atlantis adalah sebuah bangsa yang benar-benar ada dalam sejarah bisa diterima. Namun bahwa Atlantis adalah negeri para dewa, Ras super keturunan alien dengan teknologi super tinggi, atau teori para penganut new age yang menganggap Atlantis sebagai sebuah benua mistik yang memiliki peranan signifikan dalam kehidupan umat manusia adalah hal yang cukup sulit untuk diterima.
Hitler bahkan percaya bahwa bangsa Arya adalah keturunan langsung dari
Atlantis yang membuat ia memerintahkan pencarian benua ini.
Dari catatan Plato, tidak ada satupun deskripsi yang mengindikasikan bahwa ras Atlantis
adalah ras super keturunan alien dengan teknologi super tinggi.
Teknologi dan kemampuan yang dideskripsikan Plato mengenai Atlantis
sebenarnya sama saja dengan teknologi yang dimiliki oleh bangsa purba
lainnya seperti Yunani, Cina dan Mesir. Bahkan, dalam tulisan Plato
disebutkan bahwa Bangsa Atlantis kalah berperang dengan Yunani.
Mungkin yang membuat orang berpikir bahwa mereka keturunan alien adalah
karena Plato menyatakan bahwa bangsa Atlantis berasal dari keturunan
Poseidon, Dewa Samudera Yunani.
Tapi menariknya, jika kita meneliti kisah-kisah legenda masa purba dari
Cina kuno, Sumeria, Mesir, Yunani dan bahkan Indonesia, kita juga akan
menemukan legenda yang menceritakan bahwa mereka adalah keturunan
langsung para Dewa. Jadi saya menganggap, Legenda Atlantis tidak jauh
berbeda dengan legenda suku bangsa lainnya
Jadi jika Atlantis memang pernah ada dimanakah keberadaannya?
ATLANTIS adalah legenda, Atlantis adalah misteri, dan Atlantis selalu mengundang pertanyaan. Benua yang disebut sebagai taman eden atau surga itu diyakini menjadi pusat peradaban dunia pada zaman es.
Spanyol Selatan
Misteri lenyapnya kota Atlantis mungkin segera terungkap. Paling tidak satu tim peneliti AS mengklaim berhasil menemukan metropolis kuno legendaris yang hilang itu di lapisan lumpur wilayah Spanyol selatan. Satu kota dengan peradaban maju di masa kuno yang kemungkinan lenyap tersapu tsunami ribuan tahun lalu.
Richard Freund, profesor di University of Hartford, Connecticut, yang memimpin tim peneliti itu menegaskan bahwa kekuatan yang melenyapkan Atlantis dalam satu malam kemungkinan besar adalah tsunami.
Untuk memecahkan misteri kota yang hilang itu, tim tersebut menggunakan foto satelit di daerah yang dicurigai sebagai lokasi Atlantis yang ditemukan di utara Cadiz, Spanyol. Mereka yakin bahwa situs yang terendam di lapisan lumpur rawa-rawa Dona Ana Park itu memang Atlantis berdasarkan identifikasi ciri-cirinya yang dominan berbentuk multi cincin.
Hasil temuan tim Freund di wilayah tengah Spanyol tengah berupa serangkaian “kota peringatan” yang dibangun dalam ciri Atlantis oleh kaum pengungsi setelah penghancuran kota yang diduga kuat akibat hantaman tsunami. Warga Atlantis yang selamat dari bencana hari mengerikan itu melarikan diri ke pedalaman dan membangun kota baru di tempat pengungsian mereka.
ATLANTIS adalah legenda, Atlantis adalah misteri, dan Atlantis selalu mengundang pertanyaan. Benua yang disebut sebagai taman eden atau surga itu diyakini menjadi pusat peradaban dunia pada zaman es.
Meskipun
manusia sudah mencari sisa-sisa keberadaan kota ini selama ratusan
tahun dan lebih dari 5.000 buku mengenai Atlantis diterbitkan, tidak ada
satu pun yang bisa memastikan di mana sebenarnya Atlantis berada dan
benarkah Atlantis itu memang ada atau hanya dongeng yang dikisahkan
filsuf Yunani, Plato. Ratusan ekspedisi yang menjelajahi Siprus, Afrika,
Laut Mediterania, Amerika Selatan, Kepulauan Karibia hingga Mesir untuk
mencari jejak Atlantis pun belum memperoleh bukti valid di mana surga
Atlantis berada.
Spanyol Selatan
Misteri lenyapnya kota Atlantis mungkin segera terungkap. Paling tidak satu tim peneliti AS mengklaim berhasil menemukan metropolis kuno legendaris yang hilang itu di lapisan lumpur wilayah Spanyol selatan. Satu kota dengan peradaban maju di masa kuno yang kemungkinan lenyap tersapu tsunami ribuan tahun lalu.
Richard Freund, profesor di University of Hartford, Connecticut, yang memimpin tim peneliti itu menegaskan bahwa kekuatan yang melenyapkan Atlantis dalam satu malam kemungkinan besar adalah tsunami.
Untuk memecahkan misteri kota yang hilang itu, tim tersebut menggunakan foto satelit di daerah yang dicurigai sebagai lokasi Atlantis yang ditemukan di utara Cadiz, Spanyol. Mereka yakin bahwa situs yang terendam di lapisan lumpur rawa-rawa Dona Ana Park itu memang Atlantis berdasarkan identifikasi ciri-cirinya yang dominan berbentuk multi cincin.
Sebelumnya tim arkeolog dan ahli geologi pada tahun 2009 dan 2010
menggunakan kombinasi radar kedalaman tanah, pemetaan digital, dan
teknologi bawah air untuk melakukan survei terhadap situs tersebut.
Hasil temuan tim Freund di wilayah tengah Spanyol tengah berupa serangkaian “kota peringatan” yang dibangun dalam ciri Atlantis oleh kaum pengungsi setelah penghancuran kota yang diduga kuat akibat hantaman tsunami. Warga Atlantis yang selamat dari bencana hari mengerikan itu melarikan diri ke pedalaman dan membangun kota baru di tempat pengungsian mereka.
Indonesia merupakan benua Atlantis yang pernah hilang
Namun beberapa waktu lalu...ada berita yang cukup menghebohkan juga... Indonesia kini disebut-sebut sebagai tempat
Atlantis sesungguhnya, sebuah surga dunia yang tenggelam dalam waktu
sehari semalam. Di antara begitu banyak pakar yang meyakini Atlantis
berada di Indonesia adalah Profesor Arysio Santos. Geolog dan fisikawan
nuklir asal Brasil ini melakukan penelitian selama 30 tahun untuk
meneliti keberadaan Atlantis. Lewat bukunya, Atlantis: The Lost
Continent Finally Found, Santos memberikan sejumlah paparan serta
analisisnya. Santos menelusur lokasi Atlantis berdasarkan pendekatan
ilmu geologi, astronomi, paleontologi, arkeologi, linguistik, etnologi,
dan comparative mythology.
Menurut Santos, tidak kunjung
ditemukannya jejak Atlantis karena orang-orang mencari di tempat yang
salah. Mereka seharusnya mencari lokasi tersebut di Indonesia karena
berbagai bukti yang kuat mendukung hal tersebut. Pendapat Santos ini
memang masih diperdebatkan mengingat hingga kini belum ada ekspedisi
khusus untuk mencari lokasi Atlantis di kepuluan Indonesia. Dalam
keyakinan Santos, Atlantis merupakan benua yang membentang dari bagian
selatan dari India bagian selatan, Sri Lanka, Sumatra, Jawa, Kalimantan,
dan Paparan Sunda.
Santos meyakini benua menghilang akibat
letusan beberapa gunung berapi yang terjadi bersamaan pada akhir zaman
es sekira 11.600 tahun lalu. Di antara gunung besar yang meletus zaman
itu adalah Gunung Krakatau Purba (induk Gunung Krakatau yang meletus
pada 1883) yang konon letusannya sanggup menggelapkan seluruh dunia.
Letusan gunung berapi yang terjadi bersamaan ini menimbulkan gempa,
pencairan es, banjir, serta gelombang tsunami sangat besar. Saat gunung
berapi itu meletus, ledakannya membuka Selat Sunda. Peristiwa itu juga
mengakibatkan tenggelamnya sebagian permukaan bumi yang kemudian disebut
Atlantis.
Bencana mahadahsyat ini juga mengakibatkan punahnya
hampir 70 persen spesies mamalia yang hidup pada masa itu, termasuk
manusia. Mereka yang selamat kemudian berpencar ke berbagai penjuru
dunia dengan membawa peradaban mereka di wilayah baru. “Kemungkinan
besar dua atau tiga spesies manusia seperti ‘hobbit’ yang baru-baru ini
ditemukan di Pulau Flores musnah dalam waktu yang hampir sama,” tulis
Santos. Sebelum terjadinya bencana banjir itu, beberapa wilayah
Indonesia seperti Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Nusa Tenggara diyakini
masih menyatu dengan semenanjung Malaysia serta Benua Asia.
Berdasarkan
cerita Plato, Atlantis merupakan negara makmur yang bermandi matahari
sepanjang waktu. Dasar inilah yang menjadi salah satu teori Santos
mengenai keberadaan Atlantis di Indonesia. Perlu dicatat bahwa Atlantis
berjaya saat sebagian besar dunia masih diselimuti es di mana temperatur
bumi kala itu diperkirakan lebih dingin 15 derajat Celsius daripada
sekarang. Wilayah yang bermandi sinar matahari sepanjang waktu pastilah
berada di garis khatulistiwa dan Indonesia memiliki prasyarat untuk itu.
Dalam cerita yang dituturkan Plato, Atlantis juga digambarkan menjadi
pusat peradaban dunia dari budaya, kekayaan alam, ilmu/teknologi,
bahasa, dan lain-lain.
Plato juga menceritakan negara Atlantis
yang kaya dengan bahan mineral serta memiliki sistem bercocok tanam yang
sangat maju. Merujuk cerita Plato, wilayah Atlantis haruslah berada di
daerah yang diyakini beriklim tropis yang memungkinkan adanya banyak
bahan mineral dan pertanian yang maju karena sistem bercocok tanam yang
maju hanya akan tumbuh di daerah yang didukung iklim yang tepat seperti
iklim tropis. Kekayaan Indonesia termasuk rempah-rempah menjadi
kemungkinan lain akan keberadaan Atlantis di wilayah Nusantara ini.
Kemasyhuran Indonesia sebagai surga rempah dan mineral bahkan kemudian
dicari-cari Dunia Barat.
Menurut Santos, pulau-pulau di Indonesia
yang mencapai ribuan itu merupakan puncak-puncak gunung dan
dataran-dataran tinggi benua Atlantis yang dulu tenggelam. Satu hal yang
ditekankan Santos adalah banyak peneliti selama ini terkecoh dengan
nama Atlantis. Mereka melihat kedekatan nama Atlantis dengan Samudera
Atlantik yang terletak di antara Eropa, Amerika dan Afrika. Padahal pada
masa kuno hingga era Christoper Columbus atau sebelum ditemukannya
Benua Amerika, Samudra Atlantik yang dimaksud adalah terusan Samudra
Pasifik dan Hindia.
Sekali lagi Indonesia memiliki syarat untuk
itu karena Indonesia berada di antara dua samudera tersebut. Jika
terdapat begitu banyak kemungkinan Indonesia menjadi lokasi sesungguhnya
Atlantis lalu, mengapa selama ini nama Indonesia jarang disebut-sebut
dalam referensi Atlantis? Santos menilai keengganan Dunia Barat
melakukan ekspedisi ataupun mengakui Indonesia sebagai wilayah Atlantis
adalah karena hal itu akan mengubah catatan sejarah tentang siapa penemu
perdaban. Dengan adanya sejumlah bukti mengenai keberadaan Atlantis di
Indonesia maka teori yang mengatakan Barat sebagai penemu dan pusat
peradaban dunia akan hancur.
“Kenyataan Atlantis (berada di
Indonesia) kemungkinan besar akan mengakibatkan perlunya revisi
besar-besaran dalam ilmu humaniora, seperti antropologi, sejarah,
linguistik, arkelogi, evolusi, paleantropologi dan bahkan mungkin
agama,” tulis Santos dalam bukunya. Selain Santos, banyak arkeolog
Amerika Serikat yang juga meyakini Atlantis adalah sebuah pulau besar
bernama Sunda Land yang luasnya dua kali negara India. Daratan itu kini
tinggal Sumatra, Jawa dan Kalimantan. Salah satu pulau di Indonesia yang
kemungkinan bisa menjadi contoh terbaik dari keberadaan sisa-sisa
Atlantis adalah Pulau Natuna, Riau.
Berdasarkan penelitian, gen
yang dimiliki penduduk asli Natuna mirip dengan bangsa Austronesia
tertua. Rumpun bangsa Austronesia yang menjadi cikal bakal bangsa-bangsa
Asia merupakan sebuah fenomena besar dalam sejarah keberadaan manusia.
Rumpun ini kini tersebar dari Madagaskar di barat hingga Pulau Paskah di
Timur. Rumpun bangsa ini juga melahirkan 1.200 bahasa yang kini
tersebar di berbagai belahan bumi dan dipakai lebih dari 300 juta orang.
Yang menarik, 80 persen dari rumpun penutur bahasa Austronesia tinggal
di Kepulauan Nusantara Indonesia. Namun, pendapat Santos dkk yang
meyakini bahwa Atlantis berada di Indonesia ini masih harus dikaji
karena kurang dilengkapi bukti-bukti.
Pakar Geoteknologi Lembaga
Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Prof Wahyu Hantoro mengatakan analisa
Santos masih berupa hipotesa. Wahyu juga menilai pelu dijelaskan lebih
lanjut kategorisasi jenis kebudayaan tinggi yang ada pada zaman Atlantis
serta gelombang setinggi apa yang bisa membuat Paparan Sunda terbelah.
Belum lagi kisah, laut Bermuda yang terletak di bagian barat Samudera
Atlantik, di kepulauan Bahama, dan laut di sekitar kepulauan Florida
pernah berturut-turut diketemukan keajaiban yang menggemparkan dunia.
*Suatu hari di tahun 1968, kepulauan Bimini di sekitar Samudera Atlantik di gugusan Pulau Bahama, laut tenang dan bening bagaikan kaca yang terang, tembus pandang hingga ke dasar laut. Beberapa penyelam dalam perjalanan kembali ke kepulauan Bimini, tiba-tiba ada yang menjerit kaget. Di dasar laut ada sebuah jalan besar! Beberapa penyelam secara bersamaan terjun ke bawah, ternyata memang ada sebuah jalan besar membentang tersusun dari batu raksasa. Itu adalah sebuah jalan besar yang dibangun dengan menggunakan batu persegi panjang dan poligon, besar kecilnya batu dan ketebalan tidak sama, namun penyusunannya sangat rapi, konturnya cemerlang. Apakah ini merupakan jalan posnya kerajaan Atlantis?
*Awal tahun ‘70-an, sekelompok peneliti telah tiba di sekitar kepulauan
Yasuel, Samudera Atlantik. Mereka telah mengambil inti karang dengan
mengebor pada kedalaman 800 meter di dasar laut, atas ungkapan ilmiah,
tempat itu memang benar-benar sebuah daratan pada 12.000 tahun silam.
Kesimpulan yang ditarik atas dasar teknologi ilmu pengetahuan, begitu
mirip seperti yang dilukiskan Plato! Namun, apakah di sini tempat
tenggelamnya kerajaan Atlantis?
*Tahun 1974, sebuah kapal peninjau laut Uni Soviet telah membuat 8
lembar foto yang jika disarikan membentuk sebuah bangunan kuno mahakarya
manusia! Apakah ini dibangun oleh orang Atlantis?
*Tahun 1979, ilmuwan Amerika dan Perancis dengan peranti instrumen yang
sangat canggih menemukan piramida di dasar laut “segitiga maut” laut
Bermuda. Panjang piramida kurang lebih 300 meter, tinggi kurang lebih
200 meter, puncak piramida dengan permukaan samudera hanya berjarak 100
meter, lebih besar dibanding piramida Mesir. Bagian bawah piramida
terdapat dua lubang raksasa, air laut dengan kecepatan yang menakjubkan
mengalir di dasar lubang.
Piramida besar ini, apakah dibangun oleh orang-orang Atlantis? Pasukan
kerajaan Atlan pernah menaklukkan Mesir, apakah orang Atlantis membawa
peradaban piramida ke Mesir? Benua Amerika juga terdapat piramida,
apakah berasal dari Mesir atau berasal dari kerajaan Atlantis?
*Tahun 1985, dua kelasi Norwegia menemukan sebuah kota kuno di bawah
areal laut “segitiga maut”. Pada foto yang dibuat oleh mereka berdua,
ada dataran, jalan besar vertikal dan horizontal serta lorong, rumah
beratap kubah, gelanggang aduan (binatang), kuil,bantaran sungai dll.
Mereka berdua mengatakan: “Mutlak percaya, yang kami temukan adalah
Benua Atlantik! Sama persis seperti yang dilukiskan Plato!” Benarkah
itu?
Yang disayangkan, piramida dasar laut segitiga Bermuda, berhasil
diselidiki dari atas permukaan laut dengan menggunakan instrumen
canggih, hingga kini belum ada seorang pun ilmuwan dapat memastikan
apakah sebuah bangunan yang benar-benar dibangun oleh tenaga manusia,
sebab mungkin saja sebuah puncak gunung bawah air yang berbentuk limas.
Foto peninggalan bangunan kuno di dasar laut yang diambil tim ekspedisi
Rusia, juga tidak dapat membuktikan di sana adalah bekas tempat kerajaan
Atlantis. Setelah itu ada tim ekspedisi menyelam ke dasar samudera
jalan batu di dasar lautan Atlantik Pulau Bimini, mengambil sampel
“jalan batu” dan dilakukan penelitian laboratorium serta dianalisa.
Hasilnya menunjukkan, bahwa jalan batu ini umurnya belum mencapai 10.000
tahun. Jika jalan ini dibuat oleh bangsa kerajaan Atlantis,
setidak-tidaknya tidak kurang dari 10.000 tahun. Mengenai foto yang
ditunjukkan kedua kelasi Norwegia itu, hingga kini pun tidak dapat
membuktikan apa-apa.
Satu-satunya kesimpulan tepat yang dapat diperoleh adalah benar ada
sebuah daratan yang karam di dasar laut Atlantik. Jika memang benar di
atas laut Atlantik pernah ada kerajaan Atlantis, dan kerajaan Atlantis
memang benar tenggelam di dasar laut Atlantik, maka di dasar laut
Atlantik pasti dapat ditemukan bekas-bekasnya. Hingga saat ini, kerajaan
Atlantis tetap merupakan sebuah misteri sepanjang masa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar